INFORMASI KEGIATAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU (PMB) 2007
Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 adalah sebuah kegiatan yang bermaksudkan untuk memfasilitasi proses penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Psikologi Unpad tahun ajaran 2007/2008 terhadap kehidupan perguruan tinggi di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah:
1. Memperkenalkan mahasiswa baru Fapsi Unpad tahun ajaran 2007/2008 pada aspek fisik, akademik, organisasi, dan sosial kampus Fapsi Unpad.
2. Memberikan mahasiswa baru Fapsi Unpad pemahaman tentang peran mahasiswa.
3. Memberikan pemahaman tentang kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsinya sebagai mahasiswa.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah pengenalan terhadap aspek fisik, akademis, sosial dan organisasi serta memberikan pemahaman mengenai kompetensi-kompetensi dalam aspek akademis, sosial dan organisasi. Kegiatan PMB yang dilaksanakan di fakultas psikologi pada tahun ini berbentuk pemberian tugas, studium general dan training atau pelatihan. Berikut ini jadwal yang telah dan akan dilaksanakan panitia:
| Kegiatan | Waktu |
| Registrasi Mahasiswa Baru : Universitas Fakultas | 13 – 14 Agustus 2007 13 – 15 Agustus 2007 |
| Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 Fakultas Psikologi: Tahap Persiapan | 16, 20, 22 ,dan 23 Agustus 2007 |
| Medcheck | 21 Agustus 2007 |
| Wawancara Rohani | 21 Agustus 2007 |
| Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 Fakultas Psikologi: Studium General | 24 dan 28 Agustus 2007 |
| Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 Fakultas Psikologi: Tahap Pembekalan I (akademik) | 25 Agustus 2007 |
| Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 Tingkat Universitas | 27 Agustus 2007 |
| Penerimaan Mahasiswa Baru 2007 Fakultas Psikologi: Tahap Pembekalan II (sosial dan organisasi) | 29 – 31 Agustus 2007 |
Gambaran Materi Tahap Pembekalan
Tahap Pembekalan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk beradaptasi di lingkungan Fakultas Psikologi.
Tahap ini terbagi menjadi dua yaitu tahap pembekalan 1 dan tahap pembekalan 2.
1. Tahap Pembekalan I
Tahap ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kompetensi-kompetensi akademis yang dibutuhkan untuk beradaptasi di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.
2. Tahap Pembekalan II
Tahap ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kompetensi sosial dan organisasi yang dibutuhkan untuk beradaptasi di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Dalam tahap ini akan diberikan beberapa materi berkenaan dengan aspek sosial dan organisasi yang dikemas dalam bentuk pelatihan atau training. Diantaranya adalah materi : Self-concept, empati, interpersonal communication (asertif), trust, leadership, conflict management, problem solving, decision making, dan teamwork.
Pendekatan Strength-Based
Pendekatan strength-based adalah pendekatan yang berdasar pada asumsi bahwa seseorang memiliki kekuatan-kekuatan dan sumber-sumber daya untuk pemberdayaan diri mereka sendiri. Melibatkan orang dengan pendekatan strength-based adalah sebuah proses yang mengenali batasan-batasan struktural dan kultural yang mencegah pemberdayaan mereka serta menangani batasan-batasan tersebut. Penanganan tersebut dilakukan dengan strategi yang memungkinkan untuk mengendalikan proses perubahan.
Pendekatan strength-based berdasar pada prinsip-prinsip:
· Respect: perhargaan terhadap keberhargaan, hak-hak, kapasitas, dan keunikan instrinsik individu.
· Sharing: Pembagian informasi dan pengetahuan, sumber daya, skill, dan decision-making.
· Collaboration: kelompok kerja dan rekanan, konsultasi dan keterbukaan (inklusi).
· Social Justice: kesetaraan, akses, partisipasi, self-determination.
· Transparency: komunikasi dan informasi terbuka, tidak ada yang disembunyikan.
Wayne McCashen. St. Luke’s Innovative Resources 1998
Berikut ini pemaparan perbedaan antara pendekatan Survival of the Fittest, Remediasi Deficit-Based, dan Aplikasi dan perkembangan strength-based yang dikemukakan oleh Edward “Chip” Anderson Professor, Doctoral Studies in Educational Leadership, Azusa Pacific University pada tahun 2004 yang kemudian panitia terjemahkan dari bahasa aslinya.
Programming Approaches to “Helping” College Students
| Nama Pendekatan | Metode Pendekatan | Hasil yang Diharapkan | Pendekatan terhadap Siswa Baru | Pendekatan Setelah Masuk |
| Survival of the Fittest | · Hands-off • Sesegera mungkin menyingkirkan mereka yang tak mampu • Tidak ada perbaikan • Harapan tinggi • Syarat masuk tingi | · Rugged individuals • Merdeka/bebas • Kompetitif • Kompeten • Status institusi yang tinggi | Menjelaskan syarat-syarat, harapan-harapan, kesepakatan, dan prosedur-prosedur | Hands off |
| Remediasi Deficit- Based | · Sensitifitas terhadap kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah siswa • Membangun program dan pelayanan untuk perbaikan masalah-masalah, kecacatan, dan kekurangan-kekurangan siswa | · Meningkatkan kegigihan siswa • Meningkatkan pencapaian siswa | · Mendiagnosa cacat, kekurangan-kekuangan, kebutuhan-kebutuhan, dan masalah-masalah siswa • Segera menempatkan siswa di kelas dan program untuk memperbaiki kekurangan | · Dibutuhkanya partisipasi pada program remedial berdasarkan diagnosis • Memonitor progress • Membimbing pada pelayanan yang ada • Mematok pengharapan bahwa perbaikan akan selesai pada jangka waktu tertentu |
| Aplikasi dan perkembangan strength-based | · Setiap siswa memiliki kemampuan unik yang bisa dikembangkan • Kemampuan unik siswa menyediakan dasar bagi pencapaian (achievement) • Siswa dapat diajari untuk mengaplikasikan kemampuan uniknya pada bidang-bidang yang berbeda | · Siswa memaksimalkan kepercayaan diri dan pengalaman belajar • Siswa mencapai tingkat kemahiran atas kemampuan uniknya • Siswa mewujudkan potensinya • Pengembangan karakter dan personal serta mempelajari pengetahuan, skill, dan belajar cara belajar • Integritas diri dan kemahiran di bidang akademis, karir, dan pelayanan | · Meng-assess kekuatan-kekuatan, kemampuan-kemampuan khusus,minat, serta pencapaian-pencapaian sebelumnya • Membangun kesadaran siswa akan kemampuan serta potensi kemahirannya • Membimbing siswa pada kursus dan kesempatan-kesempatan sebagai modal atas kemampuan khususnya; membangun kekuatan (kelebihan) • Melatih siswa untk mengaplikasikan kekuatan-kekuatan dan memanajemen kekurangan-kekurangan | · Memonitor perkembangan kelebihan dan membangun kemampuan-kemampuan khusus • Me-reinforce keterlibatan pada kekuatan dan memuji progress • Menstimulasi aplikasi kekuatan pada pengembangan akademik serta area yang dibutuhkan • Menemukan cara untuk mengaplikasikan kekuatan yang telah berkembang pada kemahiran akademis, personal, dan karir • Menerapkan kekuatan-kekuatan untuk menolong yang lainnya mencapai kemahiran serta me-reinforce integritas personal |
Dan berikut ini ádalah original text yang dengan menggunakan bahasa Inggris
Programming Approaches to “Helping” College Students.
| Name of Approach | Approach Methods | Outcomes Sought | Approach with New Students | Approach After Entry |
| Survival of the Fittest | · Hands-off • Weed out those who can’t or won’t succeed as soon as possible • No remediation • High expectations • High entrance requirements | · Rugged individuals • • Competitive • Competent • High status of institution | • Explain requirements, expectations, policies and procedures | Hands off |
| Deficit- Based Remediation | • Sensitivity to student needs, problems and concerns • Building programs and services to remediate student problems, defects and deficiencies | • Increase student persistence • Increase student achievement | • Diagnose student defects, deficiencies, ignorances, needs, problems and concerns. • Immediately place students in classes and programs to remediate deficiencies. | • Required participation in remedial programs based on diagnosis • Monitor for progress • Guide to available services • Set expectation that remediation will be completed by a certain time |
| Strengths- Based Development & Application | • Every students has talents through which he or she can achieve excellence • Student talents provide the basis for achievement • Students can be taught to apply talents to different areas a variety of strengths | • Students maximize college experience & confidence • Students achieving to levels of excellence • Students fulfilling potential and destiny • Character development and personal development plus learning knowledge, skills and learning how to learn. • Personal integrity and excellence in academics, careers & service | • Assess student strengths, talents, interests, & previous achievements. • Build student awareness of talents & potential for excellence • Guide students to courses and opportunities that capitalize on talents and build strengths • Train students in applying strengths to manage weaknesse | • Monitor development of strengths and building on talents • Reinforce involvement around strengths & affirm progress • Stimulate the application of strengths to academics and areas of needed improvement • Inventing ways to apply developed strengths to academic, personal and career excellence • Applying strengths to help others achieve excellence & reinforce personal integrity. |
Edward C. Anderson, Ph.D., 2004
Pada kegiatan PMB 2007, pendekatan strength-based diterapkan oleh seluruh elemen yang terlibat di dalamnya, mencakup panitia, peserta, civitas akademika, pemateri, dan alumni yang terlibat. Aplikasi strength-based ini, dengan demikian, berlaku pada semua bentuk interaksi yang melibatkan peserta, panitia, pemateri, civitas akademika, alumni, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan PMB 2007.
Pada PMB 2007 ini kami memandang bahwa dalam proses adaptasinya, mahasiswa baru tidak serta merta mulai dari awal karena pada dasarnya mereka memiliki pengetahuan dan kompetensi sebelumnya yang akan dikembangkan saat belajar di perguruan tinggi. Melalui cara pandang tersebut kegiatan PMB pada tahun ini mencoba membudayakan pula paradigma apresiatif. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa baru dapat lebih mengapresiasi hal-hal yang mereka miliki untuk dipakai dan dikembangkan saat mereka menuntut ilmu di perguruan tinggi, serta mengapresiasi orang lain sehingga terbentuk sikap saling menghormati dan menghargai. Terdapat 3 prinsip yang ingin kami terapkan pada kegiatan ini yaitu : fun, active, dan learning. Maksudnya adalah kegiatan ini diharapkan menyenangkan, membuat mahasiswa baru aktif dalam interaksinya, dan terdapat proses pembelajaran. Kita sebagai keluarga besar (civitas akademika dan alumni) Fapsi Unpad merupakan modelling bagi adik-adik kita. Maka selayaknya kita harus memberikan contoh yang baik. Seperti yang dikatakan oleh KH. Gymnastiar dengan 3 M-nya: memulai dari diri sendiri, memulai dari hal yang kecil, dan memulai dari saat ini.
Dari gambaran kegiatan PMB 2007 ini maka kami mengangkat tema ”Be Appreciative”, yang nantinya diharapkan paradigma apresiatif ini tidak hanya ditumbuhkan pada mahasiswa baru tetapi juga pada seluruh pihak yang terlibat (peserta, civitas akademika-mahasiswa, karyawan serta dosen-, dan alumni) sehingga akan terbangun suasana yang saling menghormati dan menghargai serta saling mendukung untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
